Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

Apr 14, 2014

[PSIKOLGI] SCHIZOPHRENIA


Hai!
Kali ini aku mau share tentang penyakit kejiwaan yang udah ga asing lagi. Orang awam banyak yang menyebutnya 'sakit gila'. Tapi sebenarnya lebih tepat disebut Schizophrenia atau Skizofren.
Yuk disimak!


APA?
Kata Om Wiki, Schizophrenia atau Skizofrenia ( /ˌskɪtsɵˈfrɛniə/ atau /ˌskɪtsɵˈfriːniə/) adalah kelainan mental yang ditandai oleh gangguan proses berpikir dan respon emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi pendengaran, paranoid atau waham yang ganjil, atau cara berbicara dan berpikir yang kacau, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan.
Singkatnya gini ..
Schizophrenia adalah penyakit mental yang mengganggu kemampuan seseorang untuk memahami realitas atau menafsirkan kenyataan secara berbeda.
Orang dengan schizophrenia dapat mendengar suara yang tidak didengar orang lain atau mereka dapat percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka atau berencana menyakiti mereka. Pengalaman-pengalaman ini amat mengerikan dan dapat menyebabkan ketakutan, kecanduan atau kemarahan yang ekstrim. Orang dengan schizophrenia dapat berbicara yang tidak masuk akal, dapat duduk selama berjam-jam tanpa bergerak atau banyak bicara, atau dapat terlihat baik-baik saja sampai mereka mengatakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
Schizophrenia yang dalam bahasa awam berarti sakit jiwa alias gila. Seseorang dikatakan terkena Schizophrenia jika limitasi dan judgement terhadap realitasnya berubah dengan kata lain kesadaran mereka berubah, bukan menurun seperti orang yang gegar otak.

ADA BERAPA MACAM?
Para pakar telah mengklasifikasikan Schizophrenia menjadi 5 subtipe, berdasarkan gejala yang dialami oleh penderitanya.
1. Schizophrenia Paranoid
Adalah satu jenis schizophrenia di mana penderitanya mengalami delusi dan halusinasi pendengaran. Mereka percaya bahwa ada orang lain yang vbersekongkol melawan mereka, atau orang-orang yang mengirim pesan kepada mereka melalui telvisi, radio, dsb. Mereka merasa sedang dimata-matai oleh orang yang mereka percaya. Mendengar suara-suara yang mengomentari perilaku mereka, berbicara dengan mereka, dan menyuruh mereka untuk melakukan sesuatu. Jenis schizophrenia ini dianggap paling mudah untuk diobati dibandingkan dengan jenis lainnya.

2. Schizophrenia Tidak Teratur
Mereka berperilaku seperti anak kecil, bicara tidak teratur, dan perilkau serta proses pemikiran yang tidak biasa. Mereka tidak mampu mengatur pikiran mereka dan berpikir dengan logis. Mereka juga cadel dalam berbicara, membuatnya sulit untuk dipahami atas apa yang mereka bicarakan. Memiliki suara yang monotn, ekspresi wajah kosong atau bergerak dan berperilkau tanpa arah. Mereka tidak bisa mengurus diri sendiri, seperti kebersihan diri. Hali ini membuat mereka merasa gelisah dan frustasi.
3. Schizophrenia Katatonik
Penderitanya tidak terkoordinasi, merasa canggung, dan memiliki perangai yang tidak biasa. Memliki gangguan dalam gerakan. Mereka cenderung untuk membuat gerakan berulang-ulang yang tidak biasa, seperti mengepakan tangan atau kaki mereka. Dalam beberapa kasus, penderita tipe ini akan duduk, berdiri, atau tinggal dalam posisi yang aneh selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Mereka benar-benar tidak mampu mengurus diri sendiri karena perilaku mereka. Kadang orang tersebut mengulangi satu kata atau kalimat berulang-ulang.
4. Schizophrenia Residual
Penderita gangguan jenis ini menunjukan gejala seperti suara yang monoton, wajah kosong, kurangnya kebhagaiaan, ketidakmampuan untuk melakukan suatu kegiatan yang direncanakan, kurangnya interaksi dengan orang lain. Orang ini membutuhkan bantuan dalam kegiatan sehari-hari karena mereka tidak bisa mengurus diri sendiri. 
5. Schizophrenia Tidak Terdiferensiasi
Schizophrenia ini adalah jenis yang menunjukan gejala yang tidak dapat dikategorikan  Ini berarti ada gejala yang berbeda dan menonjol dalam setiap jenis, tetapi tidak dapat dikelompokkan ke dalam salah satu dari jenis schizophrenia.

PENYEBABNYA?
Beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini telah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita schizophrenia.
a. Genetika
Resiko terbesar timbulnya schizophrenia adalah adanya hubungan saudara tingkat pertama dengan penyakit (risikonya 6.5%); lebih dari 40% pada kembar monozigotik dari penderita schizophrenia juga terpengaruh.
b. Lingkungan
Faktor lingkungan berhubungan dengan timbulnya schizophrenia diantaranya adalah lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat dan stres masa kehamilan.
Faktor lain yang memainkan peranan penting termasuk isolasi sosial dan imigrasi yang berhubungan dengan kesulitan sosial, diskriminasi rasial, dssfungsi keluarga, pengangguran, dan kondisi perumahan yang buruk.
c. Penyalahgunaan Obat
Sejumlah obat dihubungkan dengan timbulnya schizophrenia, termasuk kanabis, kokain, dan amfetamin. Meskipun tidak secara umum dipercaya sebagai satu sebab penyakit, penderita skizofrenia menggunakan nikotin dengan rerata yang jauh lebih besar dibandingkan populasi pada umumnya.
d. Faktor Perkembangan
Faktor-faktor seperti hipoksia dan infeksi, atau stres dan malnutrisi pada ibu di masa perkembangan janin, dapat mengakibatkan sedikit peningkatan resiko skizofrenia di kemudian hari.

PENGOBATAN?
Schizophrenia adalah kondisi kronis yang membutuhkan penanganan seumur hidup . Meskipun gejalanya sudah mereda, penderitanya memerlukan bantuan obat-obatan dan terapi. Gejala schizophrenia baru akan mereda setelah beberapa minggu pengobatan. Obat-obatan digunakan untuk mengontrol gejala schizophrenia yang muncul. Dokter mungkin akan memberikan jenis atau dosis obat yang berbeda-beda, bergantung pada perkembangan pasien  .
Terapi juga sangat dibutuhkan. Beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan misalnya terapi keluarga, terapi individual, pelatihan kemampuan bersosialisasi, dan rehabilitasi kemampuan bekerja. Keluarga dan orang-orang di sekitar penderita schizophrenia juga harus aktif berperan. Mereka perlu mengetahui cara menangani stres, mencari informasi tentang schizophrenia, bergabung dengan support group, dan fokus terhadap keinginan untuk membaik


Also posted on Kaskus

Apr 10, 2014

[PSIKOLOGI] TOURETTE'S SYNDROME


Hai, Bloggies!
Apakah kalian pernah berjumpa dengan orang yang bertingkah aneh secara terus-menerus? Atau pernahkah kalian berkomunikasi dengan orang yang selalu mengeluarkan bunyi-bunyian aneh?
Pernahkah kalian mendengar suatu sindrom bernama TOURETTE'S?
Yuk, hari ini aku mau share tentang TOURETTE'S SYNDROME :)




Apakah TOURETTE'S SYNDROME itu?
Menurut Wikipedia, Sindrom Tourette (juga disebut penyakit Tourette, sindrom Gilles de la Tourette, GTS atau Tourette atau TS) adalah penyakit neuropsikiatrik yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya. Penyakit ini diwariskan secara turun temurun dan seringkali dikaitkan dengan pengeluaran ucapan kata-kata kotor, kasar, atau menghina yang tak dapat ditahan (koprolalia).
Penyakit ini ditemukan pada tahun 1885 dan diberi nama sesuai nama penemunya, yaitu ahli syaraf dari Perancis, Georges Gilles de la Tourette 
Georges Gillies de la Tourette

Pada hampir semua anak, Tourette's Syndrome merupakan gerakan yang berulang, dimana kecemasan, stres, dan kelelahan seringkali meningkatkan terjadinya gerakan syaraf yang tidak terkontrol.

Penyebab TOURETTE'S SYNDROME ...
Penyebab dari munculnya Tourrete's Syndrome belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli memperkirakan bahwa faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting dalam sindrom ini. Namun banyak kasus menunjukan bahwa Tourette Syndrom tidak diwariskan oleh orang tua. 

Gejala TOURETTE'S SYNDROME
Gejala awal Tourette's Syndrom pertama kali muncul pada masa anak-anak terutama usia 3-9 tahun. Banyak individu dengan Tourette's Syndrom mengalami gejala hiperaktif, depresi, kecemasan, perilaku impulsif dan gangguan perilaku lainnya.

Kriteria diagnosis untuk penyakit Tourette (Bagheri, Kerbeshian, & Burd, 1999):
  1. Memiliki lebih dari satu gerak motorik dan satu atau lebih gerak syaraf vokal yang telah muncul pada waktu tertentu selama sakit
  2. Gerak syaraf terjadi pada banyak waktu dalam sehari pada setiap hari atau berselang-seling selama periode waktu tertentu selama lebih dari satu tahun, dan selama periode tersebut tidak ada periode waktu yang terbebas dari gerak syaraf selama lebih dari tga bulan.
  3. Penyebab yang mengganggu penyakit ini ditandai dengan stres atau ketidaksesuaian sosial, hubungan dengan yang lain yang berkaitan dengan pentingnya area fungsi.
  4. Kemunculannya sebelum usia 18 tahun.
  5. Hal yang mengganggu tidak tergantung pada pengaruh fisik atau obat-obatan (seperti stimulan) atau kondisi medis umum (seperti penyakit Hutington atau postiviral encephalitis) 

Apakah TOURETTE'S SYNDROME  bisa diobati?



Disamping pemberian obat-obatan yang harus terus diberikan, terapi secara psikologis juga harus dilakukan dan diberikan kepada subjek untuk membantu proses pencegahan penyakit tourette syndrome ini agar tidak semakin parah.

  • Terapi Perilaku   
Program pemberian reinforcement positif menjadi suatu cara yang dapat menolong penyimpangan gerak syaraf. Perilaku target mungkin dikategorisasikan dalam dua kelompok, yaitu defisiensi keahlian, atau area yang secara khusus menjadi konsentrasi untuk melatih keahlian sosial dan akademis, serta perilaku diluar batas, hal ini bertujuan untuk membantu pasien mengurangi frekuensi dari munculnya perilaku yang dimiliki.
  • Pemantauan 
Walaupun bukan sesuatu yang darurat, seperti perilaku menyakiti diri sendiri atau keadaan yang tak terduga, terapis dapat mengikuti pasien selama beberapa bulan sebelum melakukan tritmen yang telah dirancang. Beberapa tujuan dari pengobatan tahap pertama adalah untuk : membuat dasar dari simptom yang ada; menemukan hal yang berhubungan dengan kesulitan di sekolah, keluarga, dan hubungan dengan teman; memberikan tes psikologis dan medis; memantau jarak dan fluktuasi simptom yang paling sering; dan membentuk hubungan.
  • Psikoterapi 
Sebagai tambahan, terapis harus menggunakan teknik perilaku khusus (seperti hipnoterapi dan relaksasi) dan akan ada alternatif pengobatan lain yang dapat dilakukan (seperti akupuntur dan suplemen diet). Teknik perilaku kognitif yang spesifik dapat dikembangkan untuk digunakan untuk pasien tertentu dengan tourette syndrome.
  • Habit Reversal 
Habit reversal terdiri dari beberapa komponen, yaitu pelatihan terhadap kesadaran awareness training) dan pemantauan terhadap diri sendiri, pelatihan relaksasi, prosedur respon pengganti (competing response), manajemen yang berkelanjutan, dan pemantauan terhadap ketidaknyamanan. Penderita akan diberikan hal-hal tersebut sebagai tugas rumah.
  • Supportive Therapy 
Dalam kondisi terapi bentuk dukungan ini, penderita memilih topik pembahasan sendiri dalam sesi pertemuan dan fokus terhadap pengalaman, refleksi, dan mengekspresikan perasaan tentang apa yang terjadi di dalam kehidupan dan bagaimana pemecahan masalahnya.
  • Intervensi sekolah  
Tetapi akan menjadi lebih baik bila penderita tourette syndrome dapat berinteraksi dengan teman-teman di kelas apabila memang tingkat keparahannya belum terlalu tinggi. Hal ini supaya keparahan penyakitnya tidak bertambah karena membuat penderita merasa mendapat dukungan dan perhatian dari teman-teman di sekolahnya.
  • Hubungan dengan keluarga 
Keluarga dapat menolong penderita untuk melawan hal-hal negatif yang dapat mengganggu stabilitas si penderita (Dhamayanti, Riandani, & Resna, 2003). Sejumlah anak-anak yang mengalami kerusakan neuropsychiactirc (saraf) dan keluarganya memang perlu mendapatkan dorongan dan pelayanan terutama mereka yang sedang mengalami pertumbuhan pada saat sekarang ini
  • Psikoedukasi 
Dalam hal ini, pemerintah seharusnya memiliki program yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh masyarakat mengenai kesehatan mental. Program ini dapat menyertakan pihak Departemen Sosial, Departemen Sosial, BKKBN, hingga LSM di bidang-bidang kesehatan. 
Tidak hanya itu, pemerintah dapat memperkenalkan tiap-tiap penyakit yang ada melalui cara-cara tertentu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan membuat masyarakat lebih memahami dan lebih peduli dengan lingkungan sekitar. 
Hal ini dikarenakan sebenarnya masyarakat harus memberi dukungan secara moral bagi penderita suatu penyakit, dalam hal ini adalah tourette syndrome untuk mencegah bertambah parahnya penyakit itu. Masyarakat harus diberi tahu bahwa tourette syndrome bukanlah penyakit menular yang perlu ditakutkan.

***

OK guys, ada sedikit 'pencerahan' tentang hal ini? Kalo ada yang punya pengalaman dengan para Tourettes bisa share juga di sini .. Atau mau nambahin dan ada koreksi? Boleh juga :)
Thanks for reading ^^

N.B. : 
Video tentang Tourettes bisa lihat di sini
Also posted on Kaskus

Nov 21, 2013

Ayo Mewarnai!


Allo!
Beberapa hari ini aku sering kedatangan tamu, yaitu bosan. Bosan itu menyebalkan, tapi ia seringkali mengajakku menyusuri halaman web, mencari sesuatu yang menarik dilakukan. Kebetulan kemarin aku menemukan sebuah web anak-anak di Chrome Store. Di sini kita bisa pilih gambar untuk diwarnai, hehehe. 
Yang mau nyoba, bisa klik DI SINI. Lumayan kan daripada ngga ada kerjaan >w< Anyway thanks, bosan!


Beberapa hasil mewarnai yang aku simpan: 







Aku paling suka yang ini ^^ :





Kalo ini beberapa punya teman-teman aku:

Punya Runi

Punya Poppy

Punya Rini

Ayo! Kalian juga harus coba ya ^^

Jul 22, 2013

[PSIKOLOGI] DISLEKSIA

Hai Bloggies! 
Kali ini aku mau share ilmu tentang sebuah 'penyakit' , yang namanya DISLEKSIA (Eng: Dyslexia). Teman-teman mungkin sudah banyak yang tahu, jadi di sini kita nambah wawasan aja ya. Buat teman-teman yang belum tahu, aku kasih tau sedikit ya tentang penyakit tidak berbahaya ini, hehehehe ^^

(1)  DISLEKSIA ITU APA SIH?
Disleksia (berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- ("kesulitan untuk") dan λέξις lexis ("huruf" atau "leksikal")merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang, yang menyebabkan orang itu sulit untuk membaca dan menulis.

Penderita disleksia sangat sulit dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengode simbol, misalnya melihat tulisan seolah-olah campur aduk dan bolak-balik. Tapi mereka disleksia tidak terbatas dalam. perkembangan kemampuan standar lain, seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa, dan daya sensorik pada indera perasa. Jadi disleksia ini tidak mempengaruhi tingkat IQ seseorang. Malah kadang-kadang IQ mereka di atas IQ rata-rata orang normal loh.

(2)  MENGAPA BISA DISLEKSIA?
Sebenarnya, belum dapat dipastikan apa sih yang menjadi menyebab utama disleksia itu. Banyak pakar yang mencoba untuk memaparkan apa saja yang menyebabkan disleksia itu dan dapat disimpulkan bahwa penyebabnya ada adalah:

  • Faktor Neorologis (selanjutnya disebut Aquired Dyslexia), yaitu otak tidak dapat memproses informasi secara tepat. Hal  ini berkaitan dengan adanya gangguan pada otak kiri. Jadi meskipun ketika masih kecil kita tidak mengidap disleksia, tapi jika ada gangguan pada otak (bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat) maka bisa membuka kemungkinan terkena disleksia ketika dewasa. Nah, hati-hati loh!
  • Faktor Keturunan (selanjutnya disebut Developmental Dyslexia), yaitu disleksia yang merupakan bawaan dari lahir dan (katanya sih) tidak bisa disembuhkan
Menurut hasil penelitian, sekitar 70% merupakan faktor keturunan sedangkan sisanya faktor lain di luar genetis.

(3)  GEJALA DISLEKSIA
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada seseorang, apalagi pada anak-anak, yang bisa menjadi tanda-tanda seseorang mengidap disleksia. Tanda-tanda ini bervariasi sesuai dengan keparahan gangguan dan usia individu. Beberapa gejala yang umum:
-   Terlambat bicara
-   Sulit menambah kosakata
-   Bermasalah dalam konsentrasi
-   Sulit memahami perkataan orang lain
-   Tidak bisa diberikan pertanyaan panjang lebar
-   Membaca tulisan terbalik
-   Lambat atau tidak akurat membaca
-  Sulit membdeakan anata suara yang sama dalam kata-kata dan mencampur suara dalam kata-kata bersuku kata banyak (diskriminasi pendengaran), misalnya: "aminal" untuk hewan, "bisghetti" untuk spaghetti)

(4)  PERMASALAHAN YANG DIALAMI PENYANDANG DISLEKSIA
Menjadi penyandang disleksia tentunya tidak seperti orang-orang normal pada umumnya. Mereka memiliki permasalahan sendiri yang bagi orang normal itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan.
Masalah-masalah tersebut misalnya:
-       Masalah Fonologi - hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. 
   Misalnya mereka mengalami kesulitan membedakan ”paku” dengan ”palu”; atau mereka keliru memahami kata-kata yang mempunyai bunyi hampir sama, misalnya ”lima puluh” dengan ”lima belas”. Kesulitan ini tidak disebabkan masalah pendengaran, tetapi berkaitan dengan proses pengolahan input di dalam otak.
-  Masalah mengingat perkataan 
     Kebanyakan anak disleksia mempunyai level kecerdasan normal atau di atas normal. Namun, mereka mempunyai kesulitan mengingat perkataan. Mereka mungkin sulit menyebutkan nama teman-temannya dan memilih untuk memanggilnya dengan istilah “temanku di sekolah” atau “temanku yang laki-laki itu”. Mereka mungkin dapat menjelaskan suatu cerita, tetapi tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan yang sederhana.
-  Masalah penyusunan yang sistematis atau berurut
  Anak disleksia mengalami kesulitan menyusun sesuatu secara berurutan misalnya susunan bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, atau susunan huruf dan angka.
 Mereka sering ”lupa” susunan aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya, misalnya lupa apakah setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah atau langsung pergi ke tempat latihan sepak bola. Padahal, orangtua sudah mengingatkannya bahkan mungkin hal itu sudah pula ditulis dalam agenda kegiatannya.
 Mereka juga mengalami kesulitan yang berhubungan dengan perkiraan terhadap waktu. Misalnya mereka mengalami kesulitan memahami instruksi seperti ini: ”Waktu yang disediakan untuk ulangan adalah 45 menit. Sekarang pukul 08.00. Maka 15 menit sebelum waktu berakhir, Ibu Guru akan mengetuk meja satu kali”.
 Kadang kala mereka pun ”bingung” dengan perhitungan uang yang sederhana, misalnya mereka tidak yakin apakah uangnya cukup untuk membeli sepotong kue atau tidak.
-  Masalah ingatan jangka pendek
Anak disleksia mengalami kesulitan memahami instruksi yang panjang dalam satu waktu yang pendek.
Misalnya ibu menyuruh anak untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti pakaian, cuci kaki dan tangan, lalu turun ke bawah lagi untuk makan siang bersama ibu, tapi jangan lupa bawa serta buku PR Matematikanya, ya”, maka kemungkinan besar anak disleksia tidak melakukan seluruh instruksi tersebut dengan sempurna karena tidak mampu mengingat seluruh perkataan ibunya.
-  Masalah pemahaman sintaks
Anak disleksia sering mengalami kebingungan dalam memahami tata bahasa, terutama jika dalam waktu yang bersamaan mereka menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa yang berbeda. 
Anak disleksia mengalami masalah dengan bahasa keduanya apabila pengaturan tata bahasanya berbeda daripada bahasa pertama. 
Misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal susunan diterangkan–menerangkan (contoh: tas merah). Namun, dalam bahasa Inggris dikenal susunan menerangkan-diterangkan (contoh: red bag).

(5)  PENANGAN KHUSUS BAGI PENYANDANG DISLEKSIA
Orang yang menyandang disleksia tidak dapat disamakan dengan cara belajar orang normal untuk cara belajarnya karena ada perbedaan kondisi pada otak kiri mereka. Jika anak didiagnosa memiliki kelainan disleksia , maka anak tersebut harus mendapat dukungan ekstra baik dari orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Memberikan latihan membaca dan menulis dengan menyenangkan secara berulang-ulang.

Sebuah studi mengklaim telah menemukan satu cara untuk membantu mengatasi cara belajar anak disleksia yaitu memberi spasi pada setiap huruf dari sebuah kata ketika anak tersebut belajar. Cara ini perlu dicoba oleh orang tua dan guru ketika membimbing belajar pada anak disleksia.


***

Nah, tulisan di atas tadi aku share di sini supaya kalian tahu tentang disfungsi yang dialami oleh beberapa orang yang tidak seberuntung kita dalam hal perkembangan otak. Jadi, kalau ada teman kalian yang mempunyai gejala seperti di atas, jangan dibilang bodoh ya!!~ 

Eh, kalian tahu? Albert Einsten juga termasuk penyandang disleksia loh. Deddy Corbuzier juga. Leonardo Da Vinci, Tom Cruise dan beberapa orang hebat lainnya yang aku ga tahu lagi juga mengidap penyakit itu. Jadi, jangan anggap remeh orang-orang di sekitar kita yaaaaaaaaaaaa!!~

Ada referensi film bagus tentang penyandang disleksia juga nih, judulnya: EVERY CHILD IS SPECIAL

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ^^


(diambil dari berbagai sumber)



Oct 3, 2011

HOW TO KEEP A RELATIONSHIP

hmmm, mantan pacar yah :)
kenapa bisa jadi mantan sih? aku juga ngga tau :)
inget aja sewaktu pertama kali ketemu mungkin, atau pertama kali mulai tumbuh rasa, ada se-se-a-tu yah hehe

hati kita rasanya gimana? deg-degan? seneng? grogi? hoho nano-nano :D
kalo aku sih biasany langsung jaim dan inosen abis. jaga sikap banget lah pokoknya wkwk :D
gimana rasanya pas nembak atau ditembak? :)
grogi yaaaaaa? haha
jelas. kedua pihak pasti sama-sama groginya ! XD
yeeee kalo udah jadian sih seru-seru aja kan? iyalaaaaah yaaaaa :D

tunggu tunggu, kalo pacaran kan mesti dijaga tuh hubungannya biar awet to? biar ngga 'nambah' mantan lagi? hihi
caranya gimana?
kalo dari aku sih gini :

1. tanamkan rasa percaya ke pasangan (apalagi kalo LDR huft :p)

2. bangun positif thinking --

ngga gampang loh, tapi ya itu tadi, yangpenting bisa percaya dulu aja ;)

3. jangan posesif --

emang sih terkadang kita takut BANGET kalo pasangan kita tuh nakal, ngelakuin ini-itu. tapi inget juga, dia kan punya pribadi sendiri.ngga selamanya dia hidup tergantung sama kita to? dia juga punya segudang kegiatan yang selalu dia lakukan sebelum pacaran,okelah, kalo emang kegiatannya kurang baik dan berpotensi merusak, kita bisa ingetin dia, nasehatin, atau ngelarang dia. jangan sedikit-sedikit, sebentar-sebentar kita tanya: kamu di mana, sama siapa, sedang berbuat apa.lama-lama dia bisa ilfil dan men-cap kamu seperti ibu tiri yang super bawel. hoho

4. cemburu boleh, tapi jangan cemburuan --

kata orang sih, cemburu itu tanda sayang. hihi :) bener juga sih.. siapa sih yang mau pasangan kita deket-deket sama cewe lain (yang mencurigakan)?nggak ada kan..manusiawi kalo rasa cemburu itu muncul, tapi kita juga harus bisa 'menempatkan' di saat yang tepat. maksudnya gini, jangan sampai kita cemburuin dia pas lagitelfon cewe, padahal itu sodaranya sendiri.atau kita ngga terima kalo pasangan kita berelasi dengan cewe lain. kalo masih wajar ya biasa aja kali, hidup itu perlu sosialisasi :)

5. perhatian--

siapa sih yang ngga pengin diperhatiin? no one :)ayolah mulai perhatian ke orang lain, pasti dia juga bakal perhatian sama kita.. hehe :D

6. komunikasi --

jangan sampe deh komunikasi antara kamu sama pasangan kamu tuh renggang apalagi terputus. paling enggak, smsan lah, nanya kabar. telfon bentar.jarang berkomunikasi itu bisa memicu adanya kesalahpahaman, yang kalo ngga ditindaklanjuti, bisa fatal loh :O

7. jaga dia baik-baik --

maksudnya? gini, ngedapetin dia ngga gampang tuh ya, butuh banget proses. mulai dari PDKT lah, apa lah, hoho. nah, kalo dikasih kesempatan buat memiliki dia, mbok ya diawet-awet gitu lho :Djangan sampe hubungan itu rusak cuma gara-gara hal sepele, apalagi gara-gara ada gebetan baru. hmm ! nyesel loh ntar ! :Okenapa? ya iyalah, belum tentu juga gebetan baru itu lebih baik dari pasangan kita ini. ya kan? hohojangan sakiti perasaannya juga tuh. jaga hatinya. bayangin deh, kalo dia yang nyakitin kita gimana rasanya? ngga enak kan. makanya kalo ngga mau sakit hati, ya jangan nyakitin hati orang lain dulu :)

8. jaga hati kita --

ini nih yang terpenting. remaja biasanya rawan dengan perselingkuhan massal (nah loh? haha) yaaaaa, gitu deh. pokoknya jaga hati kita, biar tetep fokus sama satu pasangan aja.caranya? ya itu tadi, dari nomer 1 sampe 7 coba dilakuin, dan kalo emang kita udah berpikiran dewasa, ya pasti lah ada niat buat serius sama satu orang aja, ngga main-main :)


mmm, kayanya gitu aja deh. ya aku juga juga belajar dari pengalaman diri sendiri sih, aku share gini biar kalian bisa jagain orang yang kalian sayangi biar 'ngga ilang', hehee :)

oh iya, kalo kalian merasa udah ngelakuin itu semua tapi teteeeeup aja break up, jangan takut jangan sedih, itu bukan salah kalian kok. mungkin itu bukan yang terbaik buat kita, belum jodoh. hehe
inget kan, rencana Tuhan tiada terkira lho. terkadang kita harus melepas yang baik untuk mendapatkan yang lebih baik dan terbaik. so, let it flow dan berjuanglah buat cintamu! #eaaa :D


pesan untukku: besok kalo udah punya pacar lagi, jangan lakuin kesalahan yang sama ya, ada 8 point penting tuh.. dan jangan sampe hal itu keulang lagi biar ngga nambah-nambahin list 'mantan' :)
Copyright © 2014 WELCOME TO MY WORLD !